Rasa Yang Karam
meski ku mengakui, kadang juga aku merasa enggan bersahabat dengan air di pagi buta, dan lebih memilih berjalan santai menikmati berteman dengan pagi yang selalu diam dan memberiku kesempatan untuk menggerutu sendiri meski dalam pikiran.
Ingatanku akhirnya menuntunku pada fenomena bertemu dengan seseorang yang pada akhirnya membuat hati ini sempat terjatuh padanya.
Entah apa yang harus ku ucap, senang mengingatmu atau kadang sangat benci mengenangmu. ya..... sebuah rasa yang tak seharusnya aku ungkap pada seseorang yang tak pernah kenal dengan rasa memiliki. tapi menyesal hanya membuat rasa makin tak karuan, tapi jujur hati tak bisa disebunyikan, karena aku jatuh hati padamu, namun perasaan benci tak jua bisa kuhapus karena kecewa dan rasa sakit yang terukir.
Jika memang engkau punya bakat menyakiti, kembangkan saja uantuk suksesmu kelak menyakiti siapapun yang kau mau. Carilah terus para hati rapuh yang siap menerima kehancuran, berikanlah rasa pedih pada hati yang telah terluka, buatkan sayatan lagi yang lebih dalam, buat luka yang lebih sakit, ciptakan korban-korban baru yang akan menampung ludah busuk dari rayuan manismu hingga tak sanggup lagi mulut mencaci benci pada mu..
bersambung
